Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2016

Unknown

Gajah Yani Diautopsi, Kebun Binatang Bandung Ditutup Sementara

Gajah Yani diautopsi, Kebun Binatang Bandung ditutup sementara. (Oris Riswan/Okezone)
Di kutip dari Sindonews.com, BANDUNG - Kebun Binatang Bandung terpaksa ditutup sementara pada Kamis (12/5/2016). Hal itu karena adanya proses autopsi yang dilakukan tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat terhadap gajah bernama Yani di lokasi.

Kepala BKSDA Jawa Barat Sylvana Ratina mengatakan, pihaknya sengaja menutup kebun binatang untuk sementara demi kelancaran proses autopsi. Penutupan juga dilakukan demi menghindari kemungkinan negatif, seperti penularan penyakit.

Tidak hanya untuk umum, kebun binatang juga tidak bisa dimasuki wartawan yang akan meliput proses autopsi. Alhasil, wartawan pun hanya bisa menunggu di luar.

"Ini sedang proses autopsi. Nanti kalau sudah selesai baru diperbolehkan masuk," kata Sylvana saat dihubungi wartawan, Kamis (12/5/2016).

Belum diketahui pasti berapa lama proses autopsi akan berlangsung. Begitu juga dengan kapan kebun binatang akan kembali dibuka untuk umum.

Gajah Yani diketahui meninggal pada Rabu (11/5/2016) petang. Sebelum meninggal, gajah Yani dalam kondisi sangat memprihatinkan dan tidak terurus dengan baik kesehatannya.

Gajah berusia 40 tahun itu sakit sejak 3 Mei 2016 tapi tidak ada penanganan optimal dari pihak kebun binatang karena tidak memiliki dokter hewan sejak setahun terakhir.
Unknown

Tolak Pembangunan Bandara, Warga Duduki Makam

Ratusan warga yang menolak Bandara New Yogyakarta Internasional Airport menduduki Makam Sidodejo, Glagah yang akan disurvei dan dicocokkan datanya untuk pembangunan bandara, Kamis (12/5/2016). (Kuntadi/KORAN SINDO)
Di kutip dari Sindonews.com, KULON PROGO - Rencana pencocokan dan survei lahan bandara di Kulon Progo, DIY, memanas. Ratusan warga yang menolak bandara menduduki Makam Sidodejo, Glagah yang akan disurvei dan dicocokkan datanya, Kamis (12/5/2016).

Ratusan warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) menolak makam ini disurvei. Ini menjadi aksi kesekian kali dalam menolak Bandara New Yogyakarta Internasional Airport.

"Kami tak mau leluhur kami digusur. Kami tolak bandara," kata warga yang bertahan di makam.

Petugas akhirnya merangsek setelah negosiasi gagal. Terjadi saling dorong antara petugas dengan warga. Namun, akhirnya seluruh warga terdorong mundur dan keluar dari makam.
Unknown

Angka Kecelakaan Turun, tapi Korban Bertambah

tempo.co -ilustrasi kecelakaan
Di kutip dari Kompas.com , Meski tidak termasuk daerah dengan tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi, pihak kepolisian Kota Padang, Sumatera Barat, berkewajiban untuk menanggulanginya. Mendorong supaya jumlah kecelakaan yang terjadi di wilayahnya terus menurun.

“Seluruh Indonesia, kami masih di urutan 30-an, hitunganya masih rendah. Namun, ini tetap kami upayakan agar bisa semakin kecil angkanya,” ujar Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Marsudi kepada KompasOtomotif, Sabtu (7/5/2016).

Marsudi melanjutkan, dalam beberapa tahun terakhir ini, jumlah kecelakaan mengalami tren penurunan. Namun  yang disayangkan, angka fatalitas korban malah menjadi naik. Usia produktif mendominasi  angka kecelakaan di wilayahnya, dari usia 16-25 tahun.

“Jadi jumlah kecelakaan yang terjadi sudah semakin sedikit, namun angka korban jiwa bertambah. Ini yang akan kita terus kaji, agar ke depannya, entah kejadian ataupun fatalitas korban, bisa terus direduksi,” tutur Marsudi.

Faktor Kecelakaan

Marsudi melanjutkan, bukan karena jalan yang rusak kecelakaan terjadi, justru karena bagusnya jalan. Ini yang menggoda para pengendara motor yang kurang pemahaman akan keselamatan, memacu kendaraannya pada kecepatan yang tidak diperhitungkan. Sehingga berujung pada kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

“Selain jalan, faktor lalinnya yaitu kemudahan dalam mendapat kendaraan khususnya roda dua. Hanya dengan Rp 500.000, orang tua sudah bisa membelikan anaknya sepeda motor, padahal belim memiliki SIM dan punya kemampuan berkendara yang baik, ujungnya celaka,” ujar Marsudi.
Unknown

Cavaliers ke Final Wilayah Timur

bleacherreport.com
Dikutip dari Galamedianews.com , Strategi keliru pelatih Atlanta Hawks Mike Budenholzer saat melawan Cleveland Cavaliers pada Game 4 justru membuat Kevin Love bebas mengobrakabrik Hawks dengan mencatat 27 poin yang di antaranya dari delapan lemparan tiga angka, sehingga Cavs menaklukkan Hawks 100-99 di Philips Arena, Senin (9/5/2016).

Cavaliers pun menjadi tim pertama yang lolos ke final Wilayah Timur dalam dua musim berturut-turut untuk menghadapi pemenang semifinal Wilayah Timur lainnya antara Toronto Raptors melawan Miami Heat.

Kyrie Irving mencetak 21 poin dan delapan assist, sedangkan LeBron James mempersembahkan 21 poin, 10 rebound, dan sembilan assist. Kedua pemain menjadi jangkar permainan defensif pada saat-saat terakhir Hawks  berupaya menciptakan poin.

Ketika Cleveland memimpin 100-99 dalam sisa waktu 10 detik, James menempel point guard Atlanta Dennis Schroder untuk memenangkan jump ball yang membuat Cavs gagal tersusul lawannya itu.

Cleveland sukses pada 16 lemparan tiga angka sehingga pada tiga pertandingan terakhir ini mereka berhasil pada 62 lemparan tiga angka.

"Tiga atau empat pekan terakhir dari musim ini kami sungguh bermain bagus dari kedua sisi lapangan," kata pelatih Cleveland Tyronn Lue.

Pada semfinal Wilayah Timur lainnya Toronto tengah memimpin 2-1 melawan Miami setelah berjuang dalam pertandingan yang melelahkan yang membuat para pemain kunci kedua tim mengalami cedera.

Sebaliknya Cavs tidak pernah terkalahkan pada seri playoff kali ini, sebagian karena James, Irving dan Love segar bugar.

"Kami berada pada ritme yang bagus saat ini," kata James seperti dikutip Reuters.

Schroder finis dengan 21 poin untuk Atlanta, sedangkan Paul Millsap menyusul dengan 19 poin.

Atlanta sempat memimpin dalam selisih 12 pada kuarter kedua, namun Cavaliers terus mengejar dan menghambat, terutama berkat penetrasi lemparan tiga angka Love.

Cleveland pun berbalik unggul 79-75 dan sepertinya akan meninggalkan Hawks saat memasuki kuarter keempat
Unknown

Warriors Catat Kemenangan Ketiga dari Blazers

STEPHEN Curry, sbnation.com
DI kutip dari Galamedianews.com , STEPHEN Curry mencetak 17 dari 40 poinnya pada priode overtime ketika Golden State Warriors menang 132-125 atas Portland Trail Blazers pada Game 4 semifinal playoff Wilayah Barat di Moda Center, Selasa (10/5/2016) WIB. Warriors kini memimpin 3-1 dalam semifinal berformat best-of-seven ini.
Dilaporkan Sportanews.com, Curry yang kembali masuk lapangan setelah absen pada tiga laga sebelumnya karena cedera lutut, masuk sebagai pemain cadangan dengan mencetak 27 poin pada kuarter empat dan babak tambahan. Curry juga menciptakan sembilan rebound dan delapan assist.
Warriors terlewati 16-2 sebelum Curry masuk lapangan pada pertengahan kuarter pertama, sedangkan Klay Thompson mengemas 23 poin dan Draymond Green menyumbangkan 21 poin, sembilan rebound, tujuh blok dan lima assist.
Damian Lillard mengkreasi 36 poin dan 10 assist, CJ McCollum 24 poin, dan Al-Farouq Aminu dengan 18 poin serta 13 rebound untuk Blazers yang akan berusaha memperpanjang nafasnya dengan memenangkan Game 5 di Oracle Arena Kamis pagi WIB lusa.
Curry mencetak 12 poin pertama Warriors pada overtime untuk mengantarkan timnya memimpin 123-118 ketika waktu tersisa 1 menit 51 detik lagi. Layup Harrison Barnes lalu memperlebar keunggulan Warriors menjadi 125-118 pada 1 menit 23 detik terakhir.
Lillard lalu menyempitkan kedudukan menjadi 125-120 pada 1 menit 18 detik terakhir, namun Curry kembali sukses pada sebuah lemparan tiga angka untuk membawa posisi 128-120 pada sekitar 1 menit terakhir. Setelah itu Blazers tidak pernah lagi bisa menempel Warriors.
Unknown

Retakan Tanah di Cisompet Kian Meluas

Retakan Tanah
Di kutip dari Galamedianews.com, Retakan tanah yang terjadi di Desa Sindang Sari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, setiap hari terus meluas, jumlah rumah yang mengalami kerusakan pun terus bertambah. Tercatat sebelumnya sebanyak 87 rumah rusak berat serta 4 bangunan sarana ibadah rusak.

Berdasarkan data yang ada di Desa Sindang Sari, rumah permanen yang mengalami kerusakan mencapai 133 buah. Kerusakan banyak ditemukan pada bagian dinding, pondasi bangunan dan bagian lantai terbelah. Sedangkan kerusakan rumah semi permanen pada bagian penyangga bangunan miring. Hal ini terjadi karena tanah terbelah dengan rongga retakan mencapai 50 Centimeter dan kedalaman 3 Meter.

Selain menyebabkan kerusakan pada bagunan rumah dan sarana ibadah, sedikitnya 300 orang warga terpaksa harus mengungsi ditempat pengungsian. Bahkan banyak anak-anak kecil yang ikut merasakan kesengsaraan kata Pejabat Sementara Kepala Desa Sindang Sari, Ayi Sulastini, Kamis (12/5/2016).

Menurutnya, seluruh warga saat ini menempati bangunan pengungsian di sebuah lapang Voli yang dibangun di atas tanah milik pemerintah desa. Bahkan mereka juga saat ini sudah banyak yang mengeluh sakit-sakit. Soalnya tempat pengungsian dianggap tidak layak.

"Banyak warga juga yang mengeluhkan sakit-sakit, mulai dari gatal-gatal dan diare," ucapnya.

Sementara salah satu warga yang menempati pengungsian, Siti (39), mengungkapkan, sejak mendiami pengungsian, dirinya bersama warga lainnya, sudah merasa tersiksa dengan situasi saat ini terjadi. Bahkan hampir tiap malam di hantui rasa ketakutan.

"Tiap malam takut, bencana besar datang secara tiba-tiba. Apalagi sekarang retakan tanah terus meluas," katanya.

Kesengsaraan menempati tempat pengungsian memang sangat dirasakan. Yang mana tempat tidur, makan dan mandi tidak layak. Dimana harus disatukan dengan pengungsi lainnya.

Dirinya juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Garut segera merelokasi ketempat yang lebih aman, serta membuatkan hunian yang layak bagi warga yang terkena bencana retakan tanah. Singkat Siti.

Hingga berita ini diturunkan pihak BPBD Kabupaten Garut belum bisa dimintai keterangannya.
Unknown

Mirisnya Pendidikan Indonesia

Mirisnya Pendidikan Indonesia
di kutip dari Tribunnews.com, Tepat 2 Mei lalu, semua elemen pendidikan mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen di seluruh Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Hari tersebut adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.
Walapun Hari Pendidikan Nasional bukanlah sebuah hari libur nasional, nanum perayaan hari tersebut dirayakan secara serempak di Indonesia.
Perayaan tersebutu biasanya ditandai dengan dilaksanakannya upacara bendera di sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga pergurunan tinggi, biasanya pula disertai dengan penyampaian pidato oleh pemimpin upacara yang bertemakan pendidikan.
Jika berbicara mengenai pendidikan di Indonesia, mungkin tidak akan ada habisnya. Pendidikan di Indonesia memiliki berbagai kisah tersendiri.
Dimulai dari yang membanggakan hingga yang menyedihkan. Namun kali ini kita akan membahas tentang salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia.
Yaitu ketidak-meratanya pendidikan di Indonesia. Ketidak-merataan ini terdiri dari berbagai permasalahan. Dimulai dari permasalahan Fasilitas, Sumber Daya, dan lain sebagainya.
Indonesia memiliki sekitar 250 juta jiwa per tahun 2015 berdasarkan data dari Badan Statistik.
250 Juta tersebut jika kita kalkulasikan terdapat 58 juta anak yang berusia cukup untuk menempuh pendidikan baik SD, SMP, SMA, hingga peruruan tinggi.
Namun, dari 58 juta jiwa tersebut, 10 persennya memerlukan bantuan subsidi dari pemerintahan.
Dan 2,5 juta anak Indonesia harus putus sekolah, karena tidak bisa melanjutkan pendidikan mereka.
Data statistik tingkat provinsi dan kabupaten menunjukkan bahwa terdapat sekelompok anak terntentu yang terkena dapak paling rentan yang sebagian besar berasal dari keluarga yang tidak mampu, sehingga harus terhenti langkahnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Letak geografis merupakan salah satu penyebab dari ketidak-merataannya pendidikan di Indonesia.
Jika kita bisa lihat di layar kaca atau media lainnya, di daerah terpencil, jika ingin bersekolah banyak anak-anak yang harus menantang maut dan bangun pagi-pagi buta untuk bisa berjalan sangat jauh melewati gunung, bukit, sawah, hutan, menyebrangi sungai dan lainnya agar bisa sampai ke sekolah.
Bahkan beberapa dari mereka harus melewati jembatan - jembatan yang sudah tidak layak untuk digunakan.
Seperti yang kita tahu, masih sering kita jumpai infrastrukur sekolah-sekolah di pedesaan sangat menyedihkan dan sangat bertolak belakang dengan bangunan-bangunan sekolah di perkotaan.
Bangunan sekolah di pedesaan banyak yang tidak layak untuk digunakan oleh para murid dan guru di sekolah tersebut.
Bangunan-bangunan tersebut ada yang memiliki atap yang bocor, tembok yang rapuh dan mudah untuk rubuh, dan masih banyak permasalahan – permasalahan lainnya.
Selain masalah geografis, permasalahan lainnya yang mengakibatkan terjadinya ketidakmerataan yaitu masalah perekonomian.
Banyak siswa yang harus putus sekolah karena terhambat masalah perekonomian keluarga. Hal itu mengakibatkan khalayak menganggap bahwa untuk bisa bersekolah itu mahal, yang bisa bersekolah hanyalah orang-orang yang berasal dari keluarga kalangan menengah ke atas.
Padahal semua orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Adanya guru mata pelajaran x yang menumpuk di suatu wilayah, sementara di tempat lainnya kekurangan guru mata pelajaran x tersebut.
Selain itu, mendapatkan guru yang berkualitas baik di daerah-daerah pedesaan atau daerah terpencil merupakan salah satu tugas yang berat.
Pemerintah mungkin ada baiknya untuk bisa mendistribusikan guru-guru yang berkualitas untuk ditempatkan di daerah – daerah terpencil agar bisa meratanya pendidikan di Indonesia dan semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak tiap orangnya.
Jika sudah seperti ini, siapakah sebenarnya pihak yang harus disalahkan? Apakah ini salah kita sebagai warga sipil? Ataukah ini salah Pemerintah?
Ataukah ini salah dari takdir mereka masing -masing?
Jika kita berbicara siapa yang salah dan siapa yang benar, pasti hal ini tidak akan ada habisnya.
Karena tiap-tiap orang akan membela pihak yang dianggap lebih benar oleh dirinya dan tiap orang pastinya memiliki persepsi dan cara pandang yang berbeda-beda.
Lantas, siapakah yang sebenarnya harus bertanggung jawab dan patut untuk disalahkan untuk permasalahan ini?
Untuk permasalahan biaya bersekolah, sebenarnya pemerintah sudah memfasilitasi dengan diadakannya beasiswa.
Namun tidak semua orang memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah tersebut.
Selain itu adapula anak-anak yang putus sekolah dikarenakan harus membantu orang tua mereka untuk menyambung hidup mencari nafkah.
Ironinya beberapa dari mereka sebenarnya masih sangat ingin untuk mendapatkan pendidikan, namun mereka tidak bisa melakukan apa – apa selain berdoa dan pasrah.
Permasalahan lain yang juga terjadi di Indonesia yaitu permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM).
Di pedesaan atau di tempat-tempat terpencil, penyebaran guru-guru masih sangatlah minim.
Dan adanya ketimpanganan antar daerah dan bidang studi tiap wilayahnya karena penyebaran guru-guru tidak terjadi dengan baik dan benar.
Unknown

Harapan Persib Setelah PSSI Aktif Kembali

persib 
Dikutip dari Bola.com, Bandung -Pelatih Persib Bandung, Dejan Antonic menyambut positif dicabutnya SK pembekuan PSSI oleh Kemenpora RI. Menurutnya, hal itu akan membuat kompetisi di Indonesia kembali berjalan normal.

"Puji Tuhan kalau semua bisa berjalan normal. Pelatih, pemain, suporter dan semua pecinta sepak bola pasti akan senang sekali. Kami tunggu keputusan terakhir, jika benar tentu sangat senang sekali," ujar Dejan, Rabu (11/5/2016) di Bandung.

Dejan berharap kembalinya kompetisi tertinggi yang resmi di Indonesia tidak hanya isapan jempol belaka, pasalnya para pelaku sepak bola sudah sangat ingin mengarungi kompetisi, bukan turnamen.

"Dari musim kemarin banyak gosip yang kami stres, tapi semoga sepak bola Indonesia berjalan normal seperti dulu dan itu bagus buat kami," kata Dejan.


Pelatih asal Serbia ini berharap dengan dicabutnya pembekuan PSSI oleh pemerintah, tidak ada lagi persoalan atau perkeliruan di sepak bola Indonesia hingga imej negatif tersebut terhadap persepakbolaan Indonesia terdengar ke negara lain.

"Jangan sampai seperti itu lagi dan saya pikir Indonesia kuat sekali, liganya bagus, pemain mudanya bagus, dan pastinya Indonesia akan kembali ke level yang lebih baik dengan syarat harus kerja sama-sama, jangan melihat warna tapi semua harus bangkit untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik," harap Dejan.

Hal senada juga diungkapkan striker Persib, Tantan. Pemain asal Lembang ini sangat senang dengan keputusan Menpora RI yang telah mencabut pembekuan PSSI yang sudah berjalan satu tahun lebih.

"Walaupun selama dibekukan ada turnamen-turnamen, tapi rasanya kurang sah jika sepak bola kita tidak sampai ke tingkat internasional seperti AFC dan lain sebagainya. Apalagi pemain muda cukup banyak dan berpotensi untuk bisa beraksi di tingkat internasional. Semoga langkah pemerintah ini menjadi langkah awal yang baik bagi PSSI dan sepak bola Indonesia," kata pemain bernomor punggung 82 ini.
Unknown

Cabut SK Pembekuan PSSI, Ini Tuntutan Menpora

Menteri Pemuda Dan Olahraga Imam Nahrawi

Dikutip dari Sindonews.com, Menteri Pemuda dan Olah raga (Menpora) Imam Nahrawi, Rabu (11/5/2016), menunjukkan surat pencabutan SK Pembekuan PSSI nomor 01307 di kantornya. Imam menjelaskan keputusan tersebut dibuat semata-mata untuk menghormati FIFA dan hukum di Indonesia.

Keputusan untuk membekukan keorganisasian Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada April 2015 lalu memang tidak mendapat sambutan positif. FIFA sebagai otoritas sepakbola dunia meminta pemerintah tidak campur tangan dalam urusan teknis sepak bola.

Belum lagi, lewat uji materil di Pengadilan Negeri Tata Usaha (PTUN) Jakarta, PSSI memenangkan gugatan terhadap SK Pembekuan tersebut. Namun baru pekan ini Menpora mencabut SK Pembekuan itu.

Mengapa Menpora berubah sikap setelah setahun berkeras mempertahankan pembekuan PSSI? Menurut Imam, keputusan untuk mencabut SK Pembekuan PSSI dilakukan semata-mata untuk menghormati FIFA dan keputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi atas dimenangkannya gugatan PSSI. Menpora masih menuntut PSSI melakukan reformasi di tataran kepengurusan.

"Sejak SK kami tanda tangani, maka PSSI Asosiasi Provinsi, Kabupaten/Kota harus menjalankan pengelolaan sepakbola berdasar asas transparansi, akuntabilitas, dan melaksanakan semua aturan ketentuan penyelenggaraan olahraga di tanah air," kata Imam.

"Beberapa perubahan di antaranya pengakuan beberapa klub yang dulu dipinggirkan PSSI, serta memberi ruang lebih luas kepada berkembangnya industri olahraga di tanah air," lanjutnya.

Lebih jauh Imam juga mendesak PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengganti kepengurusan PSSI yang saat ini dipimpin La Nyalla Mattalitti. "Harus terus diawasi. Urusan KLB silahkan kita hormati dan menjadi kewenangan pemilik suara," kata Imam.

Pencabutan SK Pembekuan PSSI ini tidak secara otomatis membuat Indonesia lepas dari sanksi FIFA. Kemenpora telah melayangkan surat pemberitahunan pencabutan tersebut ke FIFA dengan harapan FIFA segera mencabut hukuman terhadap sepak bola Indonesia.
JAKARTA -

Selasa, 10 Mei 2016

Unknown

Jenguk Gajah Yani, Ridwan Kamil Mengusapnya dan Beri Minum

Kondisi Gajah
Dikutip dari Detik.com, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil geram atas banyaknya laporan dari masyarakat tentang kondisi Kebun Binatang Bandung. Belum lagi soal laporan tentang Yani, Gajah Sumatera berusia 37 tahun yang tergolek tak berdaya tanpa ditangani dokter.

Tiba di Kebun Binatang Bandung, Rabu (11/5/2016), pria yang karib disapa Emil itu langsung mendatangi kandang gajah. Beralas kaki sandal, Emil mendekat, raut wajahnya menunjukkan kesedihan.

"Ini teh udah enggak bisa berdiri? Karunya, nangis (kasihan, gajahnya menangis)," ucap Emil saat mendekat ke dekat kepala sang gajah.

Sadar ada orang yang mendekatinya, Yani menggerakkan belalainya. Emil membelai dan menepuk-nepuk kening sang gajah. Yani merespon, ia menyentuh bagian yang dibelai Emil dengan ujung belalainya, air matanya kembali berurai.

Beberapa kali Emil mengusap-ngusap kening gajah malang tersebut. Lalu meminta kepada ajudannya untuk membawakan air. "Karpati, tolong minta air," kata Emil kepada ajudannya.

Tak lama berselang, sebotol air sudah di tangan. Emil lalu meminumkan air tersebut ke dalam belalai gajah. Ada yang diminum, juga ada yang disemburkan oleh Yani ke bagian tubuhnya.

"Kapanasan karunya (dia kepanasan, kasihan). Coba bawa air lagi, ke ember kalau ada," ujarnya lagi.

Emil kemudian meminta ajudannya untuk menyiramkan air ke sekujur tubuh gajah tersebut.

Sekitar 20 menit Emil berada di lokasi, namun pihak pengelola tak kunjung datang. Pengelola yang diwakili Humas, datang saat Emil sedang diwawancara.

"Ini sangat memprihatinkan, jadi mewakili kekecewaan dari banyak pihak tak hanya warga Bandung, pengunjung, juga dari Pemkot Bandung," ungkapnya.

Menurut Emil, sejak 2013 berkali-kali Pemkot Bandung sudah memanggil pengelola Kebun Binatang. Emil meminta agar Kebun Binatang dikelola secara profesional.

"Sudah saya tawarkan agar pengelolaan kebun binatang lebih profesional. Kalau memang tidak ada duitnya, tidak ada kapasitas mengembangkan sesuai prikebinatangan buka diri saja," tegasnya.

Usai menjenguk Yani, Emil kemudian melanjutkan agenda selanjutnya ke Balai Kota Bandung.

Sabtu, 07 Mei 2016

Unknown

Warnas SPG, Kaki Lima Bercita Rasa Khas

Warung Nasi SPG
WARUNG nasi (Warnas) SPG. Itulah sebutan bagi tempat makan yang berada di Jl. Balong Gede Kota Bandung. Warung nasi ini memang seperti warung-warung nasi yang lainnya, namun warung nasi ini mempunyai ciri khas tersendiri: sambal ulekan yang sangat pedas.

Nama SPG sendiri bermula dari para pembeli yang sebagian besar  sales promotion girl (SPG) yang bekerja di Yogya Kepatihan. Kemudian pemilik warung tersebut menamakan warung nasinya itu “Warung Nasi SPG”.

Warung Nasi SPG yang awal mula berdiri pada tahun 2001, berawal dari berjualan di atas roda secara keliling, sampai mempunyai lapak sendiri. Harga yang ditawarkan pada tahun 2001 bermula dari Rp1500 dengan porsi nasi plus ayam saja. Namun saat ini satu porsinya berkisar Rp10.000/porsi.

Harga yang ditawarkan Warung Nasi SPG cukup terjangkau, tak mengherankan bila ini menjadi daya tarik tersendiri bukan hanya bagi sales promotion girl, tapi juga bagi kalangan mahasiswa, anak sekolah,  sampai tukang becak sekalipun.

Kendati berada di atas trotoar, namun karena berada di tengah kota, warung ini selalu ramai didatangi pengunjung. Meskipun para pembeli harus antri dan berdesakan ketika mengambil nasi, tetapi mereka merasa puas dengan menu yang di hidangkan.

“Murah meriah, terjangkau, enak, dan diageungan,” ujar Dandi (17), salah seorang penikmat sajian Warung Nasi SPG.

Omset penjualan dari tahun 2001 sampai sekarang terus bertambah, seiring bertambahnya pula para pengunjung yang datang untuk mencicipi masakan di warung nasi yang satu ini. Omset yang didapat saat ini bisa mencapai Rp3 juta perharinya.

Mengingat setiap tahunnya pengunjung yang datang terus membludak, yang awalnya pemilik warung tersebut menyediakan 40 potong ekor ayam perharinya, kini bisa mencapai satu kintal potong ayam.

Sampai Habis Terjual

Warung SPG ibuka dari pukul 6 pagi sampai menu hidangan habis terjual. Menu hidangan yang disajikan bermacam-macam, di antaranya ada ayam goreng serundeng, ayam jogja, ayam semur, perkedel, dan telor dadar  tahu. Namun menu yang menjadi andalan adalah ayam serundeng dan sambal ulekannya.

“Ada untung, nggak ada untung, yang nomor satu adalah ngebahagiain makan orang dulu, lalu kita mengambil untungnya,” ujar Ruminah (53), pemilik warung, yang memiliki delapan orang pekerja.Itulah yang menjadi salah satu prinsip warung tersebut, yang lebih mengutamakan kepuasan para pelanggannya.

Salah satu pedagang kios mengutarakan pendapatnya, “ perkembangan warung nasi SPG sangat pesat dari tahun ke tahun, dan selalu ramai dikunjungi para pembeli. Tidak kalah dengan rumah makan yang berada di sekitar warung SPG tersebut,” kata  Imam(40) pemilik warung kios.

Kini, warung SPG telah berhasil membuka cabang lainnya yang berada di sekitaran Jl.Balong Gede, Kota Bandung. Ruminah mengutarakan, ”Meskipun saya telah membuka tiga cabang, tetapi saya tetap fokus bekerja di warunng yang utama”.