Rabu, 11 Mei 2016

Unknown

Harapan Persib Setelah PSSI Aktif Kembali

persib 
Dikutip dari Bola.com, Bandung -Pelatih Persib Bandung, Dejan Antonic menyambut positif dicabutnya SK pembekuan PSSI oleh Kemenpora RI. Menurutnya, hal itu akan membuat kompetisi di Indonesia kembali berjalan normal.

"Puji Tuhan kalau semua bisa berjalan normal. Pelatih, pemain, suporter dan semua pecinta sepak bola pasti akan senang sekali. Kami tunggu keputusan terakhir, jika benar tentu sangat senang sekali," ujar Dejan, Rabu (11/5/2016) di Bandung.

Dejan berharap kembalinya kompetisi tertinggi yang resmi di Indonesia tidak hanya isapan jempol belaka, pasalnya para pelaku sepak bola sudah sangat ingin mengarungi kompetisi, bukan turnamen.

"Dari musim kemarin banyak gosip yang kami stres, tapi semoga sepak bola Indonesia berjalan normal seperti dulu dan itu bagus buat kami," kata Dejan.


Pelatih asal Serbia ini berharap dengan dicabutnya pembekuan PSSI oleh pemerintah, tidak ada lagi persoalan atau perkeliruan di sepak bola Indonesia hingga imej negatif tersebut terhadap persepakbolaan Indonesia terdengar ke negara lain.

"Jangan sampai seperti itu lagi dan saya pikir Indonesia kuat sekali, liganya bagus, pemain mudanya bagus, dan pastinya Indonesia akan kembali ke level yang lebih baik dengan syarat harus kerja sama-sama, jangan melihat warna tapi semua harus bangkit untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik," harap Dejan.

Hal senada juga diungkapkan striker Persib, Tantan. Pemain asal Lembang ini sangat senang dengan keputusan Menpora RI yang telah mencabut pembekuan PSSI yang sudah berjalan satu tahun lebih.

"Walaupun selama dibekukan ada turnamen-turnamen, tapi rasanya kurang sah jika sepak bola kita tidak sampai ke tingkat internasional seperti AFC dan lain sebagainya. Apalagi pemain muda cukup banyak dan berpotensi untuk bisa beraksi di tingkat internasional. Semoga langkah pemerintah ini menjadi langkah awal yang baik bagi PSSI dan sepak bola Indonesia," kata pemain bernomor punggung 82 ini.
Unknown

Cabut SK Pembekuan PSSI, Ini Tuntutan Menpora

Menteri Pemuda Dan Olahraga Imam Nahrawi

Dikutip dari Sindonews.com, Menteri Pemuda dan Olah raga (Menpora) Imam Nahrawi, Rabu (11/5/2016), menunjukkan surat pencabutan SK Pembekuan PSSI nomor 01307 di kantornya. Imam menjelaskan keputusan tersebut dibuat semata-mata untuk menghormati FIFA dan hukum di Indonesia.

Keputusan untuk membekukan keorganisasian Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada April 2015 lalu memang tidak mendapat sambutan positif. FIFA sebagai otoritas sepakbola dunia meminta pemerintah tidak campur tangan dalam urusan teknis sepak bola.

Belum lagi, lewat uji materil di Pengadilan Negeri Tata Usaha (PTUN) Jakarta, PSSI memenangkan gugatan terhadap SK Pembekuan tersebut. Namun baru pekan ini Menpora mencabut SK Pembekuan itu.

Mengapa Menpora berubah sikap setelah setahun berkeras mempertahankan pembekuan PSSI? Menurut Imam, keputusan untuk mencabut SK Pembekuan PSSI dilakukan semata-mata untuk menghormati FIFA dan keputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi atas dimenangkannya gugatan PSSI. Menpora masih menuntut PSSI melakukan reformasi di tataran kepengurusan.

"Sejak SK kami tanda tangani, maka PSSI Asosiasi Provinsi, Kabupaten/Kota harus menjalankan pengelolaan sepakbola berdasar asas transparansi, akuntabilitas, dan melaksanakan semua aturan ketentuan penyelenggaraan olahraga di tanah air," kata Imam.

"Beberapa perubahan di antaranya pengakuan beberapa klub yang dulu dipinggirkan PSSI, serta memberi ruang lebih luas kepada berkembangnya industri olahraga di tanah air," lanjutnya.

Lebih jauh Imam juga mendesak PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengganti kepengurusan PSSI yang saat ini dipimpin La Nyalla Mattalitti. "Harus terus diawasi. Urusan KLB silahkan kita hormati dan menjadi kewenangan pemilik suara," kata Imam.

Pencabutan SK Pembekuan PSSI ini tidak secara otomatis membuat Indonesia lepas dari sanksi FIFA. Kemenpora telah melayangkan surat pemberitahunan pencabutan tersebut ke FIFA dengan harapan FIFA segera mencabut hukuman terhadap sepak bola Indonesia.
JAKARTA -

Selasa, 10 Mei 2016

Unknown

Jenguk Gajah Yani, Ridwan Kamil Mengusapnya dan Beri Minum

Kondisi Gajah
Dikutip dari Detik.com, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil geram atas banyaknya laporan dari masyarakat tentang kondisi Kebun Binatang Bandung. Belum lagi soal laporan tentang Yani, Gajah Sumatera berusia 37 tahun yang tergolek tak berdaya tanpa ditangani dokter.

Tiba di Kebun Binatang Bandung, Rabu (11/5/2016), pria yang karib disapa Emil itu langsung mendatangi kandang gajah. Beralas kaki sandal, Emil mendekat, raut wajahnya menunjukkan kesedihan.

"Ini teh udah enggak bisa berdiri? Karunya, nangis (kasihan, gajahnya menangis)," ucap Emil saat mendekat ke dekat kepala sang gajah.

Sadar ada orang yang mendekatinya, Yani menggerakkan belalainya. Emil membelai dan menepuk-nepuk kening sang gajah. Yani merespon, ia menyentuh bagian yang dibelai Emil dengan ujung belalainya, air matanya kembali berurai.

Beberapa kali Emil mengusap-ngusap kening gajah malang tersebut. Lalu meminta kepada ajudannya untuk membawakan air. "Karpati, tolong minta air," kata Emil kepada ajudannya.

Tak lama berselang, sebotol air sudah di tangan. Emil lalu meminumkan air tersebut ke dalam belalai gajah. Ada yang diminum, juga ada yang disemburkan oleh Yani ke bagian tubuhnya.

"Kapanasan karunya (dia kepanasan, kasihan). Coba bawa air lagi, ke ember kalau ada," ujarnya lagi.

Emil kemudian meminta ajudannya untuk menyiramkan air ke sekujur tubuh gajah tersebut.

Sekitar 20 menit Emil berada di lokasi, namun pihak pengelola tak kunjung datang. Pengelola yang diwakili Humas, datang saat Emil sedang diwawancara.

"Ini sangat memprihatinkan, jadi mewakili kekecewaan dari banyak pihak tak hanya warga Bandung, pengunjung, juga dari Pemkot Bandung," ungkapnya.

Menurut Emil, sejak 2013 berkali-kali Pemkot Bandung sudah memanggil pengelola Kebun Binatang. Emil meminta agar Kebun Binatang dikelola secara profesional.

"Sudah saya tawarkan agar pengelolaan kebun binatang lebih profesional. Kalau memang tidak ada duitnya, tidak ada kapasitas mengembangkan sesuai prikebinatangan buka diri saja," tegasnya.

Usai menjenguk Yani, Emil kemudian melanjutkan agenda selanjutnya ke Balai Kota Bandung.

Sabtu, 07 Mei 2016

Unknown

Permainan Boy-Boyan

Salah seorang mahasiswa Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) melakukan lemparan dalam permainan tradisional Boy-Boyan di Taman Balaikota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu(09/03/2016). Kegiatan ini dilakukan untuk mengembalikan eksistensi permainan tradisional dimata masyarakat terlebih ditujukan kepada anak-anak.

Unknown

Konvoi Cap Go Meh

Peserta perayaan Cap Go Meh berkonvoi sambil membawa tandu di Jalan Jendral Sudirman, Kota Bandung, Sabtu (5/03/2016). Cap Go Meh adalah rangkaian penutup dari perayaan acara Gong Xi Fa Cai

Unknown

Pengrajin Bilik

Pengrajin bilik sedang menganyam bilik di Desa Pasir Jambu,Kampung Kabuyutan Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Rabu (13/01/2016). Dalam satu hari pengarajin bilik bisa menghasilkan 10 lembar, satu gulungnya berukuran 25 meter yang dibandrol dengan harga 20-30 ribu rupiah per meter.

Unknown

Warnas SPG, Kaki Lima Bercita Rasa Khas

Warung Nasi SPG
WARUNG nasi (Warnas) SPG. Itulah sebutan bagi tempat makan yang berada di Jl. Balong Gede Kota Bandung. Warung nasi ini memang seperti warung-warung nasi yang lainnya, namun warung nasi ini mempunyai ciri khas tersendiri: sambal ulekan yang sangat pedas.

Nama SPG sendiri bermula dari para pembeli yang sebagian besar  sales promotion girl (SPG) yang bekerja di Yogya Kepatihan. Kemudian pemilik warung tersebut menamakan warung nasinya itu “Warung Nasi SPG”.

Warung Nasi SPG yang awal mula berdiri pada tahun 2001, berawal dari berjualan di atas roda secara keliling, sampai mempunyai lapak sendiri. Harga yang ditawarkan pada tahun 2001 bermula dari Rp1500 dengan porsi nasi plus ayam saja. Namun saat ini satu porsinya berkisar Rp10.000/porsi.

Harga yang ditawarkan Warung Nasi SPG cukup terjangkau, tak mengherankan bila ini menjadi daya tarik tersendiri bukan hanya bagi sales promotion girl, tapi juga bagi kalangan mahasiswa, anak sekolah,  sampai tukang becak sekalipun.

Kendati berada di atas trotoar, namun karena berada di tengah kota, warung ini selalu ramai didatangi pengunjung. Meskipun para pembeli harus antri dan berdesakan ketika mengambil nasi, tetapi mereka merasa puas dengan menu yang di hidangkan.

“Murah meriah, terjangkau, enak, dan diageungan,” ujar Dandi (17), salah seorang penikmat sajian Warung Nasi SPG.

Omset penjualan dari tahun 2001 sampai sekarang terus bertambah, seiring bertambahnya pula para pengunjung yang datang untuk mencicipi masakan di warung nasi yang satu ini. Omset yang didapat saat ini bisa mencapai Rp3 juta perharinya.

Mengingat setiap tahunnya pengunjung yang datang terus membludak, yang awalnya pemilik warung tersebut menyediakan 40 potong ekor ayam perharinya, kini bisa mencapai satu kintal potong ayam.

Sampai Habis Terjual

Warung SPG ibuka dari pukul 6 pagi sampai menu hidangan habis terjual. Menu hidangan yang disajikan bermacam-macam, di antaranya ada ayam goreng serundeng, ayam jogja, ayam semur, perkedel, dan telor dadar  tahu. Namun menu yang menjadi andalan adalah ayam serundeng dan sambal ulekannya.

“Ada untung, nggak ada untung, yang nomor satu adalah ngebahagiain makan orang dulu, lalu kita mengambil untungnya,” ujar Ruminah (53), pemilik warung, yang memiliki delapan orang pekerja.Itulah yang menjadi salah satu prinsip warung tersebut, yang lebih mengutamakan kepuasan para pelanggannya.

Salah satu pedagang kios mengutarakan pendapatnya, “ perkembangan warung nasi SPG sangat pesat dari tahun ke tahun, dan selalu ramai dikunjungi para pembeli. Tidak kalah dengan rumah makan yang berada di sekitar warung SPG tersebut,” kata  Imam(40) pemilik warung kios.

Kini, warung SPG telah berhasil membuka cabang lainnya yang berada di sekitaran Jl.Balong Gede, Kota Bandung. Ruminah mengutarakan, ”Meskipun saya telah membuka tiga cabang, tetapi saya tetap fokus bekerja di warunng yang utama”.